Dalam dunia maya atau cyberspace terdapat istilah Cyber bullying atau Cyber Crime, yaitu aktivitas atau bentuk kejahatan yang berlangsung didunia maya yang mengakibatkan kerugian dalam hal apapun pada pengguna atau user lain. contoh nya antara lain pencemaran nama baik, pecemaran data pribadi dan lain-lain.
Para pelaku cyber crime biasanya menggunakan teknik social engineering dan pendekatan non teknis ini sering membuat korban tak sadar bahwa dirinya telah di tipu.Kejahatan internet tidak hanya bermotif materi seperti pembobolan kartu keridit tetapi ada juga yang terjadi dalam bentuk black campign atau pencemaran nama baik.
Bersembunyi dibalik anonymity atau identitas palsu , sang pelaku biasa melenggang bebas.
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya Cyberbully, diantaranya :
1.Kurangnya pengetahuan terhadap ilmu yang berkaitan dengan Cyberbullying.
Ketidak tauan atau kurangya user dalam menguasai atau mengetahui ilmu yang berkaitan dengan Cyberspace dapat
mengakibatkan mudahnya user menjadi korban Cyber Crime atau CyberBully.
sebagai contoh :
a. User lebih sering membuat password sederhana, semisal dengan menggunakan tanggal lahir.
1.Kurangnya pengetahuan terhadap ilmu yang berkaitan dengan Cyberbullying.
Ketidak tauan atau kurangya user dalam menguasai atau mengetahui ilmu yang berkaitan dengan Cyberspace dapat
mengakibatkan mudahnya user menjadi korban Cyber Crime atau CyberBully.
sebagai contoh :
a. User lebih sering membuat password sederhana, semisal dengan menggunakan tanggal lahir.
b. User terlalu mudah percaya kepada orang lain dengan memberikan data akun pribadi, semisal dengan memberikan password, walaupun orang tersebut merupakan sahabat dekat
c.Terlalu lengkap memasang data diri
c.Terlalu lengkap memasang data diri
d.Kurang terliti dalam membuat suatu pertemanan dengan tanpa melihat siapa orang yang akan dijadikan teman
2.Terlalu menjadikan Cybersapce sebagai media mendeskripsikan diri ( kelebihan Eksis .. )
Hal yang satu ini mungkin menjadi faktor utama terjadinya Cyberbully atau Cybercrime, user sering kali terlalu
berlebihan dalam mendeskripsikan data diri dalam aktivitas dunia maya ( semisal Jejaring sosial ).Dengan alih-alih
eksistensi semata, para user dengan mudah memberi data pribadi dengan meng-Upload foto-foto Pribadi, bahkan
terkadang user identik lebih merasa bangga jika data-data yang bersifat pribadi itu dilihat atau diketahui,
walaupun sebenarnya hal ini mengakibatkan mudahnya user tersebut terkena ancaman aktivitas Cyber-Bully dari
pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.kelalaian inilah yang menjadi peluang bagi para pelaku untuk melakukan
aktivitas-aktivitas yang berkategori “Cyber-Bullying”.
Hal yang satu ini mungkin menjadi faktor utama terjadinya Cyberbully atau Cybercrime, user sering kali terlalu
berlebihan dalam mendeskripsikan data diri dalam aktivitas dunia maya ( semisal Jejaring sosial ).Dengan alih-alih
eksistensi semata, para user dengan mudah memberi data pribadi dengan meng-Upload foto-foto Pribadi, bahkan
terkadang user identik lebih merasa bangga jika data-data yang bersifat pribadi itu dilihat atau diketahui,
walaupun sebenarnya hal ini mengakibatkan mudahnya user tersebut terkena ancaman aktivitas Cyber-Bully dari
pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.kelalaian inilah yang menjadi peluang bagi para pelaku untuk melakukan
aktivitas-aktivitas yang berkategori “Cyber-Bullying”.
Reverensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar